Quick Wins Polri, Wakapolda NTB Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

Hukrimntb.com | Mataram – Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., mengajak masyarakat memperkuat keamanan lingkungan, mewaspadai narkoba, dan menangkal hoaks. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan tatap muka, Rabu (28/10/2026), dalam program Quick Wins 1 Kapolri bertajuk Ruang Publik Aman, melalui Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat, di Kantor Camat Mataram.

“Atas nama Bapak Kapolda NTB, kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk menyampaikan pesan kamtibmas. Sesuai kebijakan Kapolri, Polri harus semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Brigjen Hari.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, dan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan masyarakat. Kolaborasi warga dan polisi juga diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan keamanan di lingkungan.

“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah sejak dini,” katanya.Wakapolda NTB juga mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba, yang dapat merusak masa depan generasi muda. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian, dan berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Pencegahan narkoba membutuhkan kepedulian bersama. Mari kita jaga anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Perhatian orang tua terhadap aktivitas anak juga menjadi sorotan, terutama dalam penggunaan telepon genggam, internet, dan media sosial. Brigjen Hari mengungkapkan, pengawasan diperlukan agar anak terhindar dari konten negatif, maupun pengaruh yang berpotensi mendorong perilaku menyimpang.“Kami berharap para orang tua lebih aktif mengawasi penggunaan HP dan media sosial anak-anak. Dampingi mereka agar teknologi digunakan untuk hal-hal positif,” ungkap Brigjen Hari.Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap kritis diperlukan untuk mencegah hoaks memicu kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan.

“Jangan mudah percaya pada suatu informasi yang tidak jelas kebenarannya, apalagi langsung meneruskannya. Saring terlebih dahulu, periksa sumbernya, dan cari tahu fakta sebenarnya, atau dengan kata lain lakukan tabayyun,” pesannya.

Brigjen Hari juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mengedepankan pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi tindak kriminal. Kepedulian terhadap lingkungan dan komunikasi dengan kepolisian, dinilai penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Mari kita saling mengingatkan dan mencegah warga melakukan tindakan yang melanggar hukum. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi membutuhkan peran aktif kita semua,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *