Bima, Hukrim NTB. Com – Pekerjaan proyek pembangunan pagar Masjid Al-Ishlah Desa Roka Kecamatan Belo Kabupaten Bima Provinsi NTB mulai disoroti terindikasi penggelapan.
Pasalnya, Pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir tiga hari ini tanpa papan nama proyek.
Hal itu kemudian mendapat sorotan dari salah satu Media Hukrim.Ntb bahwa proyek Aspirasi salah satu Dewan Dapil Enam (6) Ardiwin, SH Fraksi PPP dinilai proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang papan nama informasi proyeknya saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.
“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi Publik agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas salah satu awak Media Hukrim NTB. Selasa (16/11/2021).
Semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memberikan surat pemberitahuan kepada pihak warga Desa Roka sebelum di pertanyakan masyarakat bertanya ini proyek apa.
Salah satu awak media dari hasil pantauan langsung sangat menyayangkan kepada pengawas lapangan memonitoring supaya memasang papan informasi proyek saat di mulai pekerjaan.
Proyek aspirasi dari salah satu Dewan Ardiwin, SH. dinilai cacat oleh media ini dan salah satu mahasiswa hukum STIH Muhammadiyah Bima.
Proyek ini tidak sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi “,Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan”,. Tuturnya adhar
“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” jelasnya Adhar Mahasiswa Hukum STIH Muhammadiyah.
“,Saat diwawancarai oleh media ini salah satu pekerja kasar proyek aspirasi pembangunan pagar masjid mengatakan bahwa kami tidak tau mengenai anggaran dan kami sudah menanyakan infonya mengenai papan info tersebut tapi jawabannya tidak pasti dan kami hanya patuh mengerjakan proyek aspirasi ini untuk kerja saja”,. ucap salah satu pekerja.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum juga ada papan nama proyek, dan tidak diketahui siapa pemborongnya.,(08″DL).












