Aktualisasi Kartini Berbasis Gagasan, Bhayangkari – PKK dan GOW Lombok Utara Dorong Transformasi Strategis Daerah

Hukrimntb.com | Lombok Utara – Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (21/4), bergerak melampaui seremoni menuju artikulasi gagasan strategis. Momentum ini ditandai dengan penyerahan buku karya Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara,Ny. Heny Agus Purwanta, kepada Ketua PKK Lombok Utara Ny. Rohani Najmul Akhyar dan Ketua GOW Ny. Roro Pungki Kusmalahadi di Kantor Bupati setempat.

Karya intelektual yang dihadirkan dalam tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045” itu menjadi penanda pergeseran pendekatan gerakan perempuan—dari dominasi kegiatan seremonial menuju basis pengetahuan dan strategi kebijakan.

Heny menegaskan, semangat Raden Ajeng Kartini tidak cukup diperingati secara simbolik, tetapi harus diaktualisasikan dalam bentuk pemikiran dan kerja nyata yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kartini hari ini harus hadir dalam bentuk gagasan yang bekerja. Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang menentukan arah, termasuk dalam isu strategis seperti ekonomi, teknologi, dan kebijakan publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, buku tersebut mengangkat spektrum isu kontemporer yang luas, mulai dari strategi keberlanjutan (sustainability), penguatan aliansi dan diversifikasi organisasi, hingga pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam manajemen strategis.Menurut Heny, integrasi perspektif tersebut penting agar organisasi perempuan di daerah tidak tertinggal dalam dinamika global.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan konvensional. Tantangan hari ini menuntut kepemimpinan strategis yang adaptif, berbasis data, dan mampu membaca perubahan global untuk diterjemahkan menjadi kebijakan lokal,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis sumber daya lokal sebagai pilar pemberdayaan perempuan. Dalam konteks Lombok Utara, kata dia, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Rohani Najmul Akhyar menilai, kehadiran karya intelektual dalam momentum peringatan Kartini menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi gerakan perempuan di daerah.

“Ini bukan sekadar simbolik. Ada substansi yang bisa kita tindak lanjuti. PKK melihat ini sebagai peluang untuk memperkuat program berbasis pengetahuan dan kolaborasi lintas organisasi,” ujarnya.

Rohani menambahkan, PKK siap mengadopsi pendekatan yang lebih strategis dan terukur, termasuk membuka ruang sinergi dengan Bhayangkari dan organisasi perempuan lainnya untuk menerjemahkan gagasan dalam buku tersebut menjadi program konkret di masyarakat.

Menurut dia, tantangan perlindungan anak di daerah tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi dan kapasitas keluarga.

“Ketika perempuan berdaya secara ekonomi dan memiliki akses terhadap pengetahuan, maka perlindungan anak akan berjalan lebih efektif. Ini harus menjadi satu kesatuan kebijakan, tidak bisa parsial,” katanya.

Ia menegaskan, menuju visi Indonesia Emas 2045, penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan dan anak, harus menjadi prioritas utama di tingkat daerah.

Momentum ini sekaligus mencerminkan pergeseran paradigma gerakan perempuan di Lombok Utara dari berbasis kegiatan menuju berbasis gagasan, dari simbol menuju substansi, serta dari retorika menuju strategi. Kolaborasi antara Bhayangkari, PKK dan GOW diharapkan menjadi katalis dalam menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.(Wiswa )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *